Selasa, 31 Desember 2013

Penyandapan Pejabat Tinggi Ileh Intelijen Australia

Masalah penyadapan oleh intelijen Australia terhadap pesawat telepon yang digunakan oleh beberapa pejabat senior RI, termasuk pesawat telepon Presiden SBY dan Ibu Anie Yudhoyono telah mengakibatkan berbagai masalah politik dan ekonomi maupun pertahanan dan keamanan. 
            Seperti, hubungan diplomatik RI-Australia seakan-akan beku, dengan ditariknya Dubes RI di Canberra kembali ke Jakarta. Hubungan kerjasama antara Kementerian Pertahanan atau TNI dengan Kemenhan atau Angkatan Bersenjata Australia terhenti, termasuk kerjasama intelijen. Kemungkinan noramalisasi hubungan setelah ada penjelasan Perdana Menteri Tony Abbott dari Australia menjawab surat Presiden SBY, akan dilakukan berdasar sebuah kode etik hubungan yang baru yang akan dibuat lebih lanjut. 
Kemungkinan hambatan di bidang kerjasama ekonomi dan perdagangan, di antaranya kebutuhan import daging sapi dari Australia. Surat PM Tony Abott sudah diterima Presiden SBY pada Sabtu 23 November 2013. Namun nampaknya Presiden masih memerlukan mendalami isi surat tersebut sebelum menjelaskan kepada masyarakat Indonesia. Hal ini mengesankan isi surat terserbut cukup krusial.
*****
 
            Kapan sebenarnya penyadapan tersebut terjadi dan informasi apa yang disadap oleh Australia?  Ada disebut penyadapan terjadi antara tahun 2007-2009, tetapi ada perkiraan penyadapan dilakukan sepanjang waktu termasuk keinginantahuan Australia terhadap rencana RI membeli kapal selam dari Rusia dan mungkin Squadron Sukhoi dewasa ini.
Ada perkiraan Australia juga menyadap informasi-informasi mengenai persoalan dalam negeri RI, misalnya korupsi. Seolah-olah ada unsur LSM Indonesia yang yang mendapatkan bocoran isi penyadaban yang terjadi, karena menyangkut berita tentang korupsi telah diteruskan ke KPK.
            Banyak kalangan menganalisis bahwa pembocoran aksi penyadapan ini tidak dilakukan awalnya oleh pihak Australia, tetapi oleh Edward Snowden, seorang mantan rekanan Dewan Keamanan AS, yang kemudian mencari suaka di Rusia. Oleh karena itu, diperkirakan Edward Snowden adalah mantan agen KGB yang pada masa Perang Dingin berhasil melakukan infiltrasi ke dalam tubuh Dewan Keamanan AS dan kemudian melarikan diri ke Hongkong lalu Moskow.
Tetapi mengapa AS tidak pernah mengklarifikasi siapa Edwrad Snowden? salah satu kemungkinan adalah AS (cq Presiden Obama) tidak mau malu, karena Dewan Keamanan AS pernah kebobolan disusupi Edward Snowden, seorang agen KGB tingkat tinggi.
Ada perkiraan bahwa pembocoran penyadapan Australia terhadap pesawat telepon beberapa pejabat senior RI antara lain pesawat telepon Presiden SBY dan Ibu Anie Yudhoyono adalah upaya Edward Snowden membawa kepentingan Rusia, untuk mengadu domba Indonesia dengan Blok Barat (AS, Inggris, Kanada, Australia dan New Zealand). Karena seperti diperkirakan, Edward Snowden adalah mantan agen KGB yang berhasil menyusup ke dalam Dewan Keamanan AS.
*****
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menilai isu penyadapan adalah bentuk pengkhianatan dahsyat yang harus ditindak tegas. Ini merupakan pengkhianatan yang dahsyat dan tinggi. Sehingga perlu ditindak tegas karena bagaimana pun juga jangan terjadi lagi ke depan.
Selain ketegasan, Gita mengungkapkan perlunya ada perbaikan di sistem untuk mencegah situasi seperti ini terjadi lagi, apalagi sebelumnya isu serupa terjadi, namun bedanya dari Amerika Serikat.

            Gita juga menjelaskan, dampak dari penyadapan ini yakni hubungan bilateral kedua negara akan terganggu. Ujungnya juga mengancam stabilitas kedaulatan perekonomian yang melibatkan kedua negara.
            Selaku orang nomor satu di Kementerian Perdagangan, pihaknya mengaku sudah mengukur baik dan tidaknya jika hubungan kedua negara terganggu. Sebab tentunya akan berpengaruh terhadap kestabilan perekomian.
 

Sumber: liputan6.com, tempo.com, www.republika.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar